manfaat musik

Ketika anak telah terbiasa mendengarkan irama dengan perangkat musik, secara bertahap mereka bisa memainkan perangkat musik.

Bermain perangkat musik dapat menggiatkan jemari serta anggota tubuh kiri dan kanan sampai-sampai merangsang kegiatan pengembangan otak kiri dan kanan.

Ini tak ubahnya anak belajar berolahraga, tetapi konsentrasi pada musik layaknya piano dan gitar, akan mengaktifkan koordinasi motorik halus, sementara belajar berenang, bermain basket, atau rugby dan sepak bola lebih terarah pada mengaktifkan kerja motorik kasar dan ekuilibrium tubuh. Nah, belajar bermain musik pun merangsang kepekaan pendengaran.

Musik adalah salah satu kontribusi seni yang sangat penting dalam sejarah perkembangan insan dan adalah multi-disiplin ilmu yang melibatkan semua koordinasi fisik-mental manusia.

Studi musik dapat menjadi salah satu tahapan yang sangat berharga dalam edukasi anak Anda, sebab pendidikan seni yang berbobot dan berkualitas dapat menumbuhkan apresiasi, menghadirkan nilai tambah & makna dalam hidup seseorang.

Belajar dan bermain musik dapat membina karakter pribadi yang lebih baik dan berkualitas. Semua kemahiran dan sikap mental layaknya disiplin, keterampilan menganalisa, beranggapan kritis, komunikatif, problem-solving, team-work, kooperatif, dan kreatif  adalah aspek krusial yang diperlukan dalam lingkungan bekerja di abad ke-21 ini.

Berikut Millennial.web.id akan membahas manfaat belajar musik bagi anak:

1. Stimulasi ingatan

Stimulasi-ingatan

Jika pernah mendengar musik tertentu di masa lampau, orang bakal mengasosiasikan musik dengan ingatan masa lampaunya. Artinya, musik bermanfaat sebagai stimulus pembangkit memori ke masa lalu. Tak melulu membangkitkan empiris objektifnya, tetapi pun pengalaman subjektifnya (perasaan saat mengalami urusan tersebut).

2. Membangkitkan rasa nyaman

Membangkitkan-rasa-nyaman

Jika anda memperdengarkan musik lembut menjelang anak tidur, ia bakal merasa nyaman di peraduannya. Biasanya musik-musik itu berada pada tempo adagio, andante, moderato, yang tidak jauh dari ritme nadi atau detak jantung dengan hitungan 1 ketuk per detik, sedikit lebih cepat, sedikit lebih lambat. Bukan memakai tempo lento yang amat lambat atau presto yang amat cepat.

3. Efek hipnotik

Efek-hipnotik

Irama musik memberi akibat membuai. Ini dinamakan hypnotic effect (kesan hipnotik). Buktinya, saat mendengar musik, seseorang ingin menghentak tangan atau kaki atau mengikuti senandung musiknya.

4. Menghibur

Menghibur

Musik bertujuan menghibur (muse = amusing = amusement). Musik menghibur dikala suka atau duka. Musik pun menghibur anak-anak. Jadi, dengan memperhatikan musik yang disukai, seseorang telah merasa terhibur.

Jika pribadi berada dalam atmosfer yang ia sukai, atmosfer yang menyenangkan, maka ia bakal lebih merasa nyaman, dan rasa nyaman bakal memberi akibat positif untuk individu dalam mengerjakan kegiatannya. Kondisi ini menciptakan anak gampang menyerap, mengolah, dan menyimpan ilmu maupun stimulus.