Dongeng-Fabel-Singa-Dan-Tikus-Yang-Menginspirasi.

millennial.web.id – Cerita fabel di Indonesia berkembang dengan sangat luas. Ada banyak cerita fabel yang cocok untuk diceritakan sebelum tidur. Salah satu dari dongeng fabel Singa dan Tikus. Jika Anda belum pernah mendengar kisahnya, berikut ini adalah kisah dongeng Singa dan Tikus. 

“Di sebuah hutan, hiduplah seekor singa yang pemberani. Semua hewan takut dan segan padanya, termasuk tikus. Suatu hari, singa sedang tidur siang di bawah pohon, menikmati semilir angin. Tikus yang baru saja mencari makanan melewati area tempat singa sedang tidur. Tanpa sadar, tikus mengganggu tidur singa dan ia pun terbangun. 

Singa marah besar, bertanya siapa yang berani mengganggu tidur siangnya. Sambil ketakutan, tikus berkata bahwa ia adalah hewan yang mengganggunya. Singa marah, ia bersiap untuk memakan tikus saat itu juga. Tikus sangat takut, ia memohon kepada singa untuk tidak memakannya. Tetapi, singa sangat marah pada saat itu. Ia tidak memberikan ampun pada sang tikus. 

Sambil terbata-bata, tikus berkata bahwa jika singa membiarkan ia hidup, dia akan berusaha untuk membalas budinya kelak. Tikus juga berkata bahwa saat singa berada dalam kesulitan, ia akan datang dan membantu. Singapun tertawa mendengar ucapan dari tikus. Ia meremehkan tikus karena tikus memiliki badan yang kecil. Ia adalah raja hutan, bagaimana cara tikus untuk menyelematkan dirinya?

Karena kasihan kepada tikus, singa pun mengabulkan permintaan tikus. Ia tidak akan memakannya dan membiarkannya hidup. Singa berkata pada tikus untuk tidak akan pernah mengganggu tidurnya lagi. Tikus sangat berterimakasih dan pergi untuk kembali ke rumahnya. Sang singapun melanjutkan tidur siangnya yang sempat terganggu. 

Hingga suatu ketika, datang pemburu yang ingin menangkap singa. Pemburu tersebut memasang perangkap di tempat singa sering tidur siang. Setelah itu, sang pemburu kembali ke tendanya dan menunggu singa terjebak disana. Saat siang hari, singa datang ke pohon tersebut untuk tidur siang seperti biasanya. 

Tanpa menyadari ada yang aneh, singa pun langsung tidur disana. Tepat setelah ia menginjakkan kaki di bawah pohon, ada jaring yang penjebak yang melilitnya. Singa pun merasa panik. Ia merasa bahwa ini adalah akhir dari hidupnya. Meski demikian, ia tidak mau menyerah. Ia mengaum meminta bantuan kepada hewan-hewan hutan yang lain. Sayangnya, tidak ada hewan hutan yang mau menolongnya. 

Auman singa tersebut ternyata terdengar oleh tikus. Ia pun berpikir bahwa singa mungkin sedang dalam bahaya dan membutuhkan bantuannya. Tikus pun segera berlari mengikuti arah suara auman singa tersebut. Setelah tikus sampai di depan pohon, betapa terkejutnya ia melihat singa yang sudah terbaring tidak berdaya di dalam perangkap. 

Tikus membangunkan singa dengan memanggilnya. Singa yang terbangun pun kaget, ia tidak menyangka bahwa tikus adalah satu-satunya hewan yang mau membantunya. Jaring penjerat itu sangat kuat, sehingga tikus bekerja dengan sangat keras untuk memutuskan jaring-jaringnya. Dengan usaha yang keras, akhirnya tikus bisa melepaskan singa. 

Singa pun kaget dan sangat berterimakasih kepada tikus. Ia tidak pernah tahu bahwa hewan kecil seperti tikus justru bisa menyelamatkannya di saat genting. Semenjak saat itu, tikus dan singa berteman satu sama lain.”

Pesan moral yang bisa diambil dari dongeng fabel singa dan tikus  ini adalah kita tidak boleh sombong dan merendahkan orang lain. Kita tidak pernah tahu siapa yang akan menolong kita disaat sedang sulit. Bisa jadi, orang yang Anda rendahkan itulah yang menolong saat ada di kondisi sulit. 

Baca Juga : 20 Kata Kata Motivasi Kerja Agar Menjadi Pekerja yang Baik